Senin, 12 April 2010

Terminal Cinta Terakhir

Dapatkah dibandingkan dengan segumpal duri yang mengganjal di lekuk hati? Ketika pintu rumah itu
terhempas keras, maka berarti kenyerian di relung dada. Dan, Joki menelan ludahnya yang kemudian
terasa getir. Helaan napasnya terasa tersendat. Dia mengawasi pintu tebal bercat coklat tua itu sesaat, lalu membalik badan, dan berjalan pelahan menjauhi rumah itu. Inilah ganjaran buat keberanian. Inilah kenyataan yang dihadapkan oleh keterombang-ambingan sekian
lama: selembar pintu yang nyaris menyenggol hidung, dan suara debumannya yang lebih keras dari suara seribu kanon.
Lanjutan cerita novel ini silakan download

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

  ©Template by Dicas Blogger.